[TERUNGKAP!] Rahasia Sukses dari Multi-Miliuner Muslim Pertama di Cina

Anda pasti tahu Alibaba.com ‘kan? Dengan lebih dari 500 juta pengguna dan valuasi senilai 463 miliyar dolar AS, Alibaba.com adalah jaringan toko online terbesar di dunia. Tapi tahukah Anda bahwa Chief Strategy Officer (CSO) Alibaba.com adalah seorang warga negara Indonesia yang memulai karirnya dengan menjadi seorang buruh pabrik?

Iman Setiawan bergabung dengan Alibaba di tahun 2004, dan sekarang dia adalah seorang multi-miliuner dengan estimasi kekayaan 3 juta dolar AS (40 miliar rupiah). Namun, ia memulai karirnya dari bawah. Ketika keluarga Iman pindah dari Surabaya ke Republik Rakyat Cina (RRC) di tahun 1998, dia harus putus sekolah dan menjadi buruh pabrik untuk menjadi tulang punggung keluarganya.

Dia tidak pernah menyerah pada keadaan ekonominya dan berkat kerja kerasnya, ia direkrut oleh Jack Ma dan karirnya melejit di Alibaba.com!

Berikut adalah 7 kiat sukses dari Iman Setiawan, multi-miliuner berwarga negara Indonesia pertama di RRC:

1. Tetap optimistik, tapi selalu siap sedia untuk yang terburuk

Jalan menuju kesuksesan tidak selalu mudah untuk Iman Setiawan. Ketika dia berumur 18 tahun, dia harus menjadi tulang punggung keluarga karena ayahnya meninggal karena tuberculosis (TBC). Tapi dia tidak pernah menyerah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

“Saya itu selalu optimis… Saya harus putus sekolah, tapi saya tetap berharap saya akan kembali mendapatkan pendidikan. Ketika keluarga saya pindah ke Cina dan ayah saya meninggal, saya tidak punya pilihan. Saya harus hidup susah, tapi saya harus tetap tabah dan optimis.” “Alibaba tentu pernah mengalami kesulitan finansial tapi apakah kamu pernah mendengarnya? Tidak pernah. Alasannya adalah kami selalu siap sedia untuk yang terburuk. Itu cara hidup saya.” (Sumber: Forbes).

2. Selalu hidup sederhana

Meskipun sekarang dia adalah seorang multi-miliuner, Iman selalu berpakaian sederhana, dan dia sangat vokal akan gaya hidup sederhananya. Dia bahkan pernah merinci bagaimana seseorang bisa menabung cukup untuk membeli rumah dan mobil dalam 5 tahun.

“Sebagian dari uang Anda digunakan untuk biaya hidup. Hiduplah dengan sederhana dan habiskan kurang dari 15 dolar per hari. Sarapan sehari-hari dengan mie, telur, dan segelas susu. Untuk makan siang, makanlah set makan siang yang simpel, makanan ringan dan buah-buahan. Untuk makan malam, masaklah sendiri. Pengeluaran Anda untuk makanan dan kebutuhan harus sekitar 400 dolar per bulan. Selagi muda, badan Anda akan tetap sehat dengan gaya hidup seperti ini.”

(Sumber: CEO Connectz)

 

3. Ilmu itu bukan sekadar teori, tapi juga praktek

Bagi Iman, belajar ilmu itu bukan hanya untuk menambah kecerdasan. Ilmu adalah untuk dipraktekkan secara strategis.

“Ketika saya masih seorang buruh, saya selalu bertanya tentang proses pabrik dan industri pada manajer saya. Saya kemudian mendapatkan ilmu tentang produksi di level yang sangat fundamental. Begitu direkrut Alibaba, saya jadinya dapat bekerja dengan efektif dengan bos saya, karena pemahaman yang saya dapat dari pabrik. Bos saya kemudian menaikkan jabatan saya dengan cepat.”

4. Ambil resiko, tapi jangan lupakan stabilitas

Bagi Anda yang mempunyai bisnis sendiri, Anda pasti pernah bimbang dalam memutuskan untuk mengambil risiko dan mengembangkan bisnis Anda, atau ambil aman saja. Bagi Iman, keduanya bukanlah hal yang tidak bisa sejalan. Bahkan, menjaga stabilitas dan mengambil resiko adalah hal yang harus dilakukan.

“Saya selalu ingin berjuang, tapi saya selalu konservatif dalam hal finansial. Saya tidak pernah lupa untuk mempertahankan stabilitas perusahaan ketika mengembangkan bisnis. Stabilitas dan resiko selalu harus imbang.” (Sumber: Forbes)

5. Jangan bergantung pada hoki

“Saya tidak pernah hoki. Saya berdoa pada Tuhan, dan saya bekerja sangat keras untuk meraih target yang saya inginkan.”

6. Selalu bantu orang lain yang membutuhkan

Iman telah mendonasikan sebagian hartanya kepada berbagai organisasi dan institusi pendidikan di Indonesia. Dan ini bukan hanya karena dia merasa wajib untuk melakukannya.

“Saya akan tetap membantu orang Indonesia yang membutuhkan, tapi bukan karena saya merasa bertanggung jawab atau merasa wajib untuk melakukannya. Ini hanyalah cara hidup saya.” (Sumber: Hutchison Whampoa Limited)

7. Jangan khawatirkan tentang pensiun

Setidaknya, ini yang ia sampaikan pada Forbes di tahun 2012.

“Saya tidak pernah punya rencana untuk dana pensiun!” (Sumber: Forbes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *